ReChARGE yOur SouL...

Thursday, June 3, 2010

RESPONS OTOMATIS

Tetapi jawab Ayub kepadanya: "Engkau berbicara seperti perempuan gila! Apakah kita mau menerima yang baik dari Allah, tetapi tidak mau menerima yang buruk?" Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dengan bibirnya. ( Ayub 2:10 )

Bacaan : Ayub 2 : 1 - 10

Semua manusia memiliki respons otomatis. Respons ini dibentuk oleh kebiasaan merespons sesuatu yang dihadapi. Contohnya, jika ada orang yang selalu mengatakan “Ah, sulit!” atau “Saya tidak bisa” pada waktu diberi tugas yang baru, maka orang tersebut akan cenderung memiliki respons otomatis yang spontan juga kerap mengatakan “sulit” dan “tidak bisa”.

Berkebalikan dengan hal itu, Ayub adalah seorang yang memiliki respons otomatis yang positif. Ketika ia mengalami keterpurukan dalam hidupnya; dari kaya menjadi miskin, dari punya anak hingga kehilangan seluruh anaknya, dari sehat menjadi sakit, ia tidak merespons semuanya secara negatif. Bahkan, ketika sang istri memintanya untuk meninggalkan Allah, dengan tegas ia berani mengatakan, “Apakah kita mau menerima yang baik dari Allah, tetapi tidak mau menerima yang buruk?” (ayat 10).

Dan, respons otomatis Ayub bukan hanya berasal dari kebiasaannya merespons situasi, melainkan juga dari pengenalannya yang benar akan kedaulatan Allah. Ayub sangat tahu bahwa Allah-lah yang berdaulat atas semuanya. Oleh sebab itu, ia tidak menjadi kecewa ketika harus menghadapi keterpurukan sekalipun.

Dalam menghadapi tantangan hidup, sangat penting memeriksa bagaimana respons otomatis kita bekerja. Semoga kita mendapatinya selalu positif. Apabila masih negatif, maka tugas kita untuk terus berlatih berpandangan positif kala berhadapan dengan tantangan. Mari kembangkan respons otomatis yang positif, ditambah dengan keyakinan akan kedaulatan Allah yang memiliki diri kita sepenuhnya.

RESPONS OTOMATIS NEGATIF TAK MENYELESAIKAN MASALAH BAHKAN AKAN MEMBUAT MASALAH BERTAMBAH BERAT

_____________________________________

Ayub 2 : 1 - 10

2:1 Pada suatu hari datanglah anak-anak Allah menghadap TUHAN dan di antara mereka datang juga Iblis untuk menghadap TUHAN.

2:2 Maka bertanyalah TUHAN kepada Iblis: "Dari mana engkau?" Lalu jawab Iblis kepada TUHAN: "Dari perjalanan mengelilingi dan menjelajah bumi."

2:3 Firman TUHAN kepada Iblis: "Apakah engkau memperhatikan hamba-Ku Ayub? Sebab tiada seorang pun di bumi seperti dia, yang demikian saleh dan jujur, yang takut akan Allah dan menjauhi kejahatan. Ia tetap tekun dalam kesalehannya, meskipun engkau telah membujuk Aku melawan dia untuk mencelakakannya tanpa alasan."

2:4 Lalu jawab Iblis kepada TUHAN: "Kulit ganti kulit! Orang akan memberikan segala yang dipunyainya ganti nyawanya.

2:5 Tetapi ulurkanlah tangan-Mu dan jamahlah tulang dan dagingnya, ia pasti mengutuki Engkau di hadapan-Mu."

2:6 Maka firman TUHAN kepada Iblis: "Nah, ia dalam kuasamu; hanya sayangkan nyawanya."

2:7 Kemudian Iblis pergi dari hadapan TUHAN, lalu ditimpanya Ayub dengan barah yang busuk dari telapak kakinya sampai ke batu kepalanya.

2:8 Lalu Ayub mengambil sekeping beling untuk menggaruk-garuk badannya, sambil duduk di tengah-tengah abu.

2:9 Maka berkatalah isterinya kepadanya: "Masih bertekunkah engkau dalam kesalehanmu? Kutukilah Allahmu dan matilah!"

2:10 Tetapi jawab Ayub kepadanya: "Engkau berbicara seperti perempuan gila! Apakah kita mau menerima yang baik dari Allah, tetapi tidak mau menerima yang buruk?" Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dengan bibirnya.

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]



<< Home